Langit gelap, pertanda gundah diriku tempat yang kini ku pijak, menjelmakan aku bagai rintik hujan. Aku bagai hidup dalam sebuah segi empat terkurung, dengan sebuah kotak bersudut tak bisa ku hirup udara bebas, Disini, aku hanya bisa mendengar gemuruh diriku, dalam rintiknya hujan. -FNA-
Disudut pilar itu aku meronta, pada sebuah impian, yang tidak di mengerti Nalarnya, hanya mampu mengukur seperempat semesta, yang nyatanya, 360 derajat bulat tanpa sudut. Nyata. Amarahku, berdosa. Diamku, sia-sia. Menjadi layu, gugurlah sudah. Terbawa angin karena diterpa. [hp∆]
Komentar
Posting Komentar